Excellence In Education As A National Priority

Belajar adalah proses yang kompleks. Kami belajar dengan membangun pengalaman masa lalu; dengan coba-coba; dengan memulai dengan tugas sederhana dan menggabungkannya dari waktu ke waktu untuk menyelesaikan tugas yang lebih kompleks; dan, dengan mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang hubungan antara berbagai bagian dari suatu masalah. Penelitian menunjukkan bahwa agar pengajaran menjadi efektif, seorang pembelajar harus mampu menciptakan pola relevan yang bermakna. Proses pembelajaran harus dipertahankan dalam konteks standar yang sesuai dan menantang.

Jika anak-anak kita ingin mewujudkan janji kehidupan Amerika, kita harus menerima premis bahwa standar adalah jalan paling pasti menuju keunggulan. Orang tua dan pendidik harus menanamkan etika keunggulan di sekolah dengan meningkatkan standar kinerja bagi siswa dan profesional pendidikan. Harapan yang lebih tinggi untuk siswa, guru, dan sistem pendidikan sangat penting. Teknologi adalah sarana untuk mencapai tingkat pembelajaran yang lebih tinggi. Dengan keunggulan dalam pendidikan sebagai prioritas nasional, para pendidik menilai bagaimana teknologi baru dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola komunikasi yang terus berkembang dan peran siswa/guru yang merupakan karakteristik dari metode pengajaran yang baru. Metode pengajaran ini memungkinkan siswa untuk menyelidiki pertanyaan mereka dalam beberapa cara.

Karena penggunaan teknologi menjadi lebih umum di sekolah kita, ada karakteristik lingkungan yang signifikan yang harus ada untuk memaksimalkan manfaat teknologi pendidikan:

– Keterlibatan tingkat distrik dan koordinator komputer tingkat sekolah merupakan faktor kunci dalam mengembangkan lingkungan sekolah yang kondusif untuk penggunaan teknologi secara efektif. Kepemimpinan dan dukungan teknis adalah elemen kunci untuk program yang sukses.

– Distrik sekolah dan program persiapan guru harus menyediakan sistem insentif, waktu dan dukungan bagi guru untuk menyadari manfaat teknologi dan merasa nyaman menggunakannya di kelas.

– Instruktur harus memungkinkan siswa untuk mengejar minat, mengembangkan pemahaman dan mengkomunikasikan temuan. Siswa perlu didorong untuk menjadi kreatif dan mengeksplorasi pertanyaan mereka.

Pendidik menyadari pentingnya membina dalam penilaian independen siswa, berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. Pembelajaran siswa dapat ditingkatkan dengan tutorial dan berbagai teknologi komunikasi yang memungkinkan penyelidikan masalah kehidupan nyata yang dihadapi para profesional. Meskipun kompleks, strategi pengajaran ini memberi siswa pengalaman otentik dan menantang eksplorasi pribadi, menghasilkan pembelajaran yang diarahkan siswa dengan guru berfungsi sebagai sumber daya dan panduan yang berharga.

Peningkatan pesat dalam sponsor pemerintah dan bisnis teknologi pendidikan telah menyebabkan banyak penelitian tentang masalah ini:

– Teknologi berpengaruh positif terhadap prestasi siswa (baik di pendidikan reguler maupun khusus) dari prasekolah hingga sekolah menengah atas.

– Teknologi berpengaruh positif terhadap sikap siswa terhadap pembelajaran dan konsep diri siswa.

– Pengenalan teknologi ke dalam lingkungan belajar dapat membuat pembelajaran lebih berpusat pada siswa, mendorong pembelajaran kooperatif dan merangsang peningkatan interaksi guru/siswa.

Teknologi dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih efisien tanpa mengurangi tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Setelah individu mahir dalam dasar-dasar membaca, menulis, perhitungan dan komunikasi lisan, maka pengalaman belajar dapat lebih ditingkatkan dengan komputer, pembelajaran jarak jauh, pengajaran dengan bantuan komputer menggunakan sistem pembelajaran terintegrasi, laboratorium berbasis komputer, perangkat lunak presentasi dan telekomunikasi. .

Integrasi teknologi ke dalam pengajaran memberikan manfaat yang sangat signifikan. Dengan sesi perencanaan yang lebih efektif dan penyesuaian gaya belajar yang berbeda, guru dapat berfokus pada kebutuhan masing-masing siswa. Penekanan ini juga memungkinkan guru untuk menetapkan harapan perkembangan yang sesuai untuk setiap siswa, sehingga meningkatkan pembelajaran individu. Upaya ini menemukan guru mendalangi pembelajaran daripada melayani sebagai dispenser pengetahuan. Ruang kelas dapat berisi lebih banyak kolaborasi dan interaksi kelompok kecil, memungkinkan fokus yang berpusat pada siswa.

Sementara teknologi pendidikan mencakup banyak cara pengiriman dan mekanisme pendukung, komputer seringkali merupakan komponen utama. Beberapa peneliti telah menyelidiki dampak komputer pada proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan keunggulan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, ketersediaan dan pemanfaatannya merupakan masalah yang dihadapi para pendidik. Di antara tantangan yang lebih signifikan adalah integrasi alat-alat ini sehari-hari ke dalam proses pembelajaran.



Source by Megan Wilson

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *